Padang – Setiap musim hujan tiba, warga Kecamatan Timpeh kerap terjaga di tengah malam, waspada kalau-kalau air mulai merangkak masuk ke rumah mereka. Suara hujan deras sering kali menjadi tanda bahaya, bukan sekadar nyanyian alam pengantar tidur.
Kamis (7/8) siang di Padang, Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, kembali membawa keresahan warganya itu ke meja pertemuan. Di ruang rapat Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, ia duduk berhadapan dengan Kepala BWS, Naryo Widodo, bersama sejumlah pejabat lainnya diantaranya Kasubag TU Vidi Bhuwana, Kasi Pelaksanaan Reski Wahyudi, dan Kasi KIPSDA Iwan Hernawan.
Bupati perempuan pertama di Sumatera Barat itu datang bukan hanya membawa data dan proposal, tapi juga harapan ribuan jiwa. Ia mengusulkan agar proyek pengendalian banjir di Kecamatan Timpeh dilanjutkan ke tahap ketiga pada 2026, dengan fokus di Nagari Tabek.
“Proyek pengendalian banjir senilai Rp 52 miliar pada 2025 telah memberi dampak positif bagi warga Timpeh. Tapi perjuangan kita belum selesai. Kami berharap penanggulangan di Nagari Tabek masuk program BWS Sumatera V tahun anggaran 2026,” ucapnya, mantap.
Naryo mendengarkan dengan seksama. Ia tahu, banjir di Timpeh bukan sekadar masalah air, tapi soal rasa aman dan keberlangsungan hidup. “Proyek itu akan kami masukkan dalam program kegiatan 2026 dan tindak lanjuti hingga ke Direktorat Jenderal SDA dan Menteri PU,” janjinya.
Bagi Annisa, pembangunan tanggul dan saluran air adalah benteng pertahanan warga. Lebih dari itu, ini adalah ikhtiar menjaga agar anak-anak bisa berangkat sekolah tanpa harus mengarungi air setinggi lutut, agar para petani tak lagi melihat sawahnya terendam, dan agar warga bisa tidur nyenyak tanpa dihantui suara arus yang makin deras di luar rumah.
“Kerja sama dengan BWS Sumatera V harus terus kita jaga. ini tentang keselamatan warga dan masa depan Dharmasraya,” tegasnya. (DD)
Langsung ke konten






