Tapan, Pesisir Selatan – Kondisi Bendungan Ampang Tulak di Kecamatan Tapan, Pesisir Selatan, dikeluhkan warga karena minim pengawasan dan perawatan. Pintu air bendungan dilaporkan tertutup sampah dan potongan kayu, serta belum pernah dibersihkan oleh pihak pengelola.
Laporan warga dan LSM Peduli Lingkungan Saipul ,Sabtu [9/5/2026] menyebut, jika dibiarkan, kondisi ini berisiko membuat pintu bendungan rusak hingga jebol. Selain itu, penahan bendungan yang dibuat dari tumpukan batu setinggi empat meter juga disebut telah diambil oleh oknum tak bertanggung jawab.
“Paret juga kering karena jarang dimasuki air. Padahal kalau ada airnya, manfaatnya besar untuk masyarakat. Kalau kering, bisa menimbulkan kerusakan paret,” ujar warga dalam laporannya.
Warga mendesak DPRD, kepala dinas terkait, dan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan segera memperhatikan kondisi Bendungan Ampang Tulak. Sebab, bendungan tersebut merupakan aset negara yang menjadi kewajiban bersama untuk dijaga.
“Masyarakat wajib menjaga, pemerintah harus bertindak tegas terhadap pelaku dan oknum yang merusak bendungan. Ini sudah masuk pelanggaran undang-undang yang berlaku di NKRI,” lanjut Saipul
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pengelola bendungan maupun dinas terkait. Warga berharap ada tindak lanjut cepat agar fungsi bendungan tetap terjaga dan tidak menimbulkan kerugian lebih besar bagi masyarakat sekitar.(**)
Langsung ke konten






