Nama Cerint Iralloza Tasya mendadak jadi sorotan publik nasional. Di usia yang baru menginjak 23 tahun, dokter muda asal Padang ini sukses melenggang ke Senayan sebagai Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) periode 2024–2029 dari daerah pemilihan Sumatera Barat. Bukan sekadar lolos—ia meraih suara terbanyak di provinsinya!
Lahir pada 16 Oktober 2000, Cerint merupakan lulusan Sarjana Kedokteran dari Universitas Baiturrahmah. Dengan latar belakang medis dan pengalaman sebagai pengusaha muda, ia tampil membawa energi baru dalam kontestasi politik Sumatera Barat. Kemunculannya dinilai merepresentasikan kebangkitan generasi muda dalam panggung politik nasional.
Namun jalan menuju kursi DPD RI tak sepenuhnya mulus. Meski unggul dalam perolehan suara pada Pemilu Februari 2024, prosesnya sempat berlanjut ke Pemungutan Suara Ulang (PSU) berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Hasilnya? Cerint tetap kokoh di posisi teratas dan akhirnya resmi dilantik pada 1 Oktober 2024.
Tak hanya faktor usia yang membuat publik penasaran. Cerint merupakan putri dari Imral Adenansi, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Barat (DPRD Sumbar) periode 2019–2024 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Latar belakang keluarga politik ini memunculkan dua pandangan: ada yang melihatnya sebagai estafet kepemimpinan, ada pula yang menilai sebagai tantangan pembuktian kapasitas di ruang publik.
Dalam kiprahnya di DPD RI, Cerint aktif dalam kegiatan kunjungan kerja dan fungsi pengawasan, termasuk melalui komite yang membidangi urusan keuangan dan pengawasan anggaran. Ia juga menyuarakan isu kesehatan, gizi, pendidikan, serta pembangunan daerah—tema yang sejalan dengan latar belakang akademiknya sebagai dokter.
Meski begitu, dinamika politik tetap mengiringi langkahnya. Pada akhir 2025, ia sempat menjadi sorotan setelah dilaporkan ke Badan Kehormatan DPD RI terkait dugaan persoalan etik. Isu tersebut menambah warna dalam perjalanan politiknya yang masih sangat muda.
Terlepas dari pro dan kontra, satu hal tak terbantahkan: Cerint Iralloza Tasya adalah simbol perubahan demografi politik Indonesia. Di tengah dominasi politisi senior, kehadiran figur muda dari Sumatera Barat ini menjadi penanda bahwa panggung nasional kini semakin terbuka bagi generasi baru.
Apakah ini awal lahirnya kepemimpinan muda yang progresif dari Ranah Minang? Atau justru ujian besar bagi regenerasi politik daerah?
Langsung ke konten






