PADANG, – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar kembali mencatatkan perkembangan penting dalam penanganan korban banjir bandang 28 November dengan berhasil mengidentifikasi tiga jenazah melalui pemeriksaan DNA.
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Wakapolda Sumbar Brigjen Solihin saat konferensi pers yang digelar di RS Bhayangkara TK III Padang, Kamis (22/1).
Dalam kesempatan itu, Brigjen Solihin menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan proses identifikasi yang dinilai menjadi langkah signifikan dalam memberikan kepastian kepada keluarga korban bencana.
Adapun tiga jenazah yang berhasil diidentifikasi masing-masing adalah jenazah bernomor AM-73 yang terkonfirmasi sebagai Jaruni, ibu biologis dari Pian, salah satu korban yang sebelumnya tersimpan di ruang pendingin RS Bhayangkara Padang.
Selanjutnya, jenazah dengan kode AM-132/PM-RSUD-35 berhasil dikenali sebagai Dusra Maini, yang berdasarkan hasil DNA terbukti merupakan ayah biologis Ihwanda Saputra, korban banjir bandang di wilayah Agam.
Sementara itu, jenazah AM-068/PM-RSUD-34 teridentifikasi sebagai Irna Silvia, ibu biologis dari Hanyfah Salsabila, yang juga tercatat sebagai korban banjir bandang di Agam.
Brigjen Solihin menjelaskan bahwa pemeriksaan DNA menjadi metode utama dalam proses identifikasi karena kondisi jenazah korban telah mengalami kerusakan berat, sehingga identifikasi secara visual tidak lagi memungkinkan dilakukan secara akurat.
Salah seorang anggota keluarga korban mengaku lega setelah hampir dua bulan menunggu kepastian identitas. Ia menyampaikan terima kasih kepada Tim DVI atas kerja keras yang dilakukan demi memberikan kejelasan bagi pihak keluarga.
Apresiasi serupa juga datang dari keluarga korban lainnya yang menilai proses panjang tersebut sebanding dengan akurasi hasil identifikasi, sehingga keluarga dapat menerima kenyataan dengan lebih ikhlas dan tenang.
Dengan teridentifikasinya tiga jenazah tambahan, jumlah korban banjir bandang 28 November kini tercatat sebanyak 254 orang, dengan 226 di antaranya telah teridentifikasi, sementara 28 jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi oleh Tim DVI Polda Sumbar yang terus bekerja maksimal (*)







