20250725 093040 1 768x197

Siliwangi Santri Camp 2026: Pangdam III/Siliwangi Buka Program Bela Negara Perdana untuk Ribuan Santri.

 

Jawa barat–Kodam III/Siliwangi mencatat sejarah baru dengan membuka Siliwangi Santri Camp (SSC) 2026, sebuah program pendidikan bela negara perdana yang secara khusus dirancang untuk 1.000 santri se-Jawa Barat dan Banten. Acara pembukaan yang menandai inovasi pertama di Indonesia ini digelar di Aula R.A. Kosasih, Rindam III/Siliwangi, Kota Bandung, pada Jumat, 17 April 2026, dipimpin langsung oleh Panglima Kodam (Pangdam) III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Kosasih.

Program SSC 2026 ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kodam III/Siliwangi dan Ikatan Alumni Lemhanas RI (IKAL) Angkatan 62. Tujuannya adalah untuk membentuk santri yang tangguh, religius, berjiwa nasionalis, serta memiliki wawasan kebangsaan yang kuat. Inisiatif ini diharapkan melahirkan generasi santri yang siap berkontribusi aktif dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Kosasih, dalam sambutannya menekankan pentingnya disiplin dan karakter kuat yang harus dimiliki oleh para santri. “Program ini adalah wujud komitmen kami untuk mendidik generasi penerus bangsa agar memiliki pemahaman yang mendalam tentang bela negara dan kecintaan terhadap tanah air,” ujar Mayjen TNI Kosasih.

Ribuan santri yang berasal dari berbagai pondok pesantren di wilayah Jawa Barat dan Banten akan mengikuti kegiatan intensif selama tiga hari, terhitung sejak 17 hingga 19 April 2026, di Dodikjur Rindam III/Siliwangi. Mereka didampingi oleh 50 pendamping dan 50 pelatih yang akan memandu setiap sesi kegiatan.

Acara pembukaan SSC 2026 turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jawa Barat, jajaran Polda Jawa Barat, para asisten Kodam III/Siliwangi, Komandan Rindam III/Siliwangi Brigjen TNI Bagus, serta perwakilan dari berbagai pondok pesantren dan IKAL 62. Kehadiran mereka menegaskan dukungan penuh terhadap inisiatif pendidikan karakter ini.

Koordinator Media SSC 2026, Sulhan, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang dengan pendekatan yang edukatif, humanis, dan religius. Kurikulum yang disajikan mencakup pendidikan bela negara sesuai standar Kementerian Pertahanan, pembinaan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI), pelatihan kepemimpinan, serta penguatan wawasan kebangsaan yang berakar pada nilai-nilai keislaman. “Kami ingin menanamkan rasa cinta tanah air dan semangat bela negara sejak dini kepada para santri, karena mereka adalah aset bangsa yang tak ternilai,” ungkap Sulhan.

Berbagai rangkaian kegiatan menarik telah disiapkan, mulai dari pembinaan mental dan spiritual, kegiatan outbound yang menantang, pengajian, doa bersama, hingga apel kebangsaan yang diakhiri dengan deklarasi “Siliwangi Santri Bela Negara – Kader KKRI”. Sebagai apresiasi, seluruh peserta akan menerima sertifikat bela negara di akhir kegiatan. Ini tentu menjadi bekal berharga bagi para santri di masa depan.

Inisiatif Siliwangi Santri Camp 2026 ini lahir dari kesadaran akan peran krusial santri sebagai pilar strategis dalam menjaga keutuhan bangsa di era globalisasi yang penuh tantangan. Kodam III/Siliwangi menegaskan komitmennya dalam pembinaan sumber daya manusia pertahanan yang komprehensif, yang tidak hanya melatih fisik dan intelektual, tetapi juga memperkuat ketangguhan moral dan spiritual. Program ini diharapkan dapat menjadi model pembinaan terpadu yang akan direplikasi di masa mendatang, memastikan generasi muda Indonesia semakin kuat dalam karakter dan kebangsaan.

ADI KAMPAI / Martika Edison / Siliwangi News/ Jurnalis libasmedia Indonesia Sumatera Barat