Padang–Menjelang peringatan hari jadi ke-64, Bank Nagari menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk Tahun Buku 2025, Rabu (11/3).
Forum tersebut menjadi momentum penting bagi manajemen dan para pemegang saham untuk mengevaluasi pencapaian kinerja sekaligus merumuskan langkah strategis perusahaan ke depan.
Komisaris Utama Bank Nagari, Andri Yulika, menjelaskan bahwa salah satu agenda utama dalam rapat tersebut adalah penyampaian serta pengesahan laporan keuangan tahun buku 2025 oleh para pemegang saham.
Ia menyebutkan, laporan kinerja tersebut sebelumnya telah diaudit oleh kantor akuntan publik sehingga seluruh data yang disampaikan telah melalui proses pemeriksaan secara profesional.
Menurutnya, para pemegang saham pada prinsipnya menerima laporan kinerja yang dipaparkan oleh manajemen.
“Seluruh pembahasan dilakukan secara terbuka dalam rapat, sehingga para pemegang saham dapat memahami kondisi dan perkembangan yang terjadi sepanjang tahun 2025,” ujar Andri Yulika.
Aset Bank Nagari Tumbuh, Laba Bersih Alami Penurunan
RUPS tersebut dihadiri oleh sejumlah pemegang saham, termasuk Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, para kepala daerah se-Sumatera Barat, jajaran komisaris dan direksi, serta pimpinan divisi dan kepala cabang Bank Nagari.
Baca Juga Curah Hujan Tinggi Picu Luapan Sungai Batang Kuranji, Warga Pasar Lalang Dievakuasi
Berdasarkan laporan kinerja sementara (unaudited) hingga Desember 2025 yang sebelumnya disampaikan direksi kepada media pada Februari lalu, Bank Nagari mencatat total aset mencapai Rp33,61 triliun. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sekitar 1,97 persen dibandingkan posisi aset pada akhir tahun 2024.
Namun demikian, dari sisi keuntungan perusahaan mengalami penurunan. Hingga akhir Desember 2025, laba bersih Bank Nagari tercatat sebesar Rp493,74 miliar atau turun sekitar 8,24 persen dibandingkan capaian pada tahun sebelumnya.
Dalam pembahasan rapat, para pemegang saham juga memberikan sejumlah catatan serta masukan kepada manajemen terkait kinerja perusahaan. Meski terdapat beberapa target yang belum tercapai sesuai Rencana Bisnis Bank (RBB), para pemegang saham dinilai masih dapat memahami situasi yang terjadi sepanjang tahun lalu.
Andri Yulika menuturkan bahwa berbagai dinamika ekonomi selama 2025 turut memengaruhi kinerja industri perbankan, baik di tingkat regional maupun nasional. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada Bank Nagari, tetapi juga dialami oleh sejumlah lembaga keuangan lainnya.(**)
Langsung ke konten






