PADANG, – Sebuah kapal boat penyeberangan yang berlayar dari Sikakap menuju Tuapejat mengalami kecelakaan dan terbalik akibat dihantam gelombang tinggi di perairan Selat Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Senin (14/7), sekitar pukul 11.00 WIB.
Akibat insiden nahas itu, 11 orang penumpang boat dilaporkan hilang dan 7 orang selamat setelah berenang ke pulau terdekat. Tim SAR gabungan yang mendapat laporan adanya kejadian tersebut, langsung melakukan penyisiran di perairan Selat Sipora. Hingga berita ini diturunkan, korban belum berhasil ditemukan.
Kepala Kantor SAR Kepulauan Mentawai, Rudi, membenarkan kejadian tersebut. Menurut Rudi, pihaknya menerima laporan adanya boat terbalik pada pukul 17.40 WIB dari Kepala Dusun Mapinang Utara.
“Kami segera mengerahkan tim rescue ke lokasi begitu menerima informasi, dan tim berangkat pukul 17.56 WIB dari Dermaga Tuapejat menggunakan RIB 02,” kata Rudi ketika dikonfirmasi wartawan.
Rudi menjelaskan, boat yang mengalami kecelakaan diketahui berukuran 12 meter dengan mesin berkekuatan 40 PK. Saat kejadian, kapal tersebut mengangkut sepuluh orang penumpang. “Hingga laporan awal ini disampaikan, seluruh penumpang masih dalam status dalam pencarian (DP) dan belum diketahui kondisi masing-masing korban,” tutur dia.
Ditambahkan Rudi, lokasi kejadian diperkirakan berada sekitar 32,7 nautical mile dari Dermaga Tuapejat ke arah radial 140 derajat. Tim SAR memperkirakan waktu tempuh menuju lokasi memakan waktu sekitar satu setengah jam.
Tim kami dilengkapi dengan peralatan lengkap mulai dari RIB 02 Mentawai, kendaraan operasional Rescue D-Max, alat komunikasi, perlengkapan evakuasi, serta peralatan medis dan HP satelit,” ujar Rudi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mentawai, Lahmudin, mengatakan, 11 penumpang dilaporkan hilang dan 7 orang selamat setelah berenang ke pulau terdekat.
Mereka selamat dengan berenang ke pulau terdekat di Mapinang,” jelas Lahmudin saat dihubungi, Senin malam (14/7).
Lahmudin mengatakan, saat ini pihaknya bersama tim SAR, TNI, Polri, serta tim Pemkab Mentawai turun ke lokasi untuk melakukan pencarian.
“Tim SAR datang dengan dua kapal besar untuk pencarian,” kata Lahmudin.
Berdasarkan informasi yang diterima, ada sejumlah pejabat yang ikut dalam rombongan kapal cepat tersebut, termasuk anggota DPRD Mentawai. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, dan Kepolisian masih terus melakukan pencarian. (*)






