Padang, 18 Juli 2025 — Akademisi dan pengamat politik Rocky Gerung melontarkan sindiran tajam terhadap partai-partai politik yang pernah melaporkannya ke polisi. Dalam kuliah umum di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas, Kamis (17/7), Rocky menyebut PDIP, NasDem, dan Golkar sebagai partai yang dahulu mempolisikannya, namun kini bersikap berbeda.
“Dulu saya dilaporkan karena dianggap menghina Presiden Joko Widodo. Yang lapor PDIP, NasDem, Golkar. Tapi sekarang, kalau ketemu, satu-satu cium tangan,” ujar Rocky disambut tawa dan tepuk tangan peserta kuliah umum, sebagaimana dikutip dari Merdekacom.
Rocky mengingatkan kembali bahwa pada 2023 silam, ia pernah dilaporkan ke polisi atas dugaan pelanggaran UU ITE akibat pernyataan kritisnya terhadap Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Namun, ia menyebut kini situasi telah berubah seiring berjalannya waktu dan perubahan konstelasi politik nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Rocky juga menekankan pentingnya menjaga integritas dan kebebasan berpikir di lingkungan akademik. Ia mengajak mahasiswa untuk tidak takut berpikir kritis dan membela kebenaran.
“Kalau nalar hilang, negara pun ikut hilang. Maka kampus harus jadi benteng terakhir akal sehat,” tegasnya.
Kuliah umum ini diselenggarakan oleh Senat Akademik FISIP Universitas Andalas dan mengangkat tema “Meneguhkan Integritas, Moral, dan Etika Akademik di Perguruan Tinggi.” Acara tersebut dihadiri oleh ratusan mahasiswa serta dosen dari berbagai program studi.
Pernyataan Rocky ini kembali menyorot relasi antara kekuasaan dan kebebasan berpendapat di Indonesia, sekaligus menggambarkan bagaimana dinamika politik bisa berubah secara drastis dalam waktu singkat.
Sumber : Merdekacom




