Berita  

Penyambutan Kepala Kejari Mentawai Dianggap Berlebihan, Publik Curiga Ada “Karpet Merah” untuk Urusan Kasus

 

MENTAWAI – Sejumlah warga dan aparat penegak hukum di Kepulauan Mentawai menyoroti rangkaian penyambutan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Mentawai yang baru, R.A. Yani, S.H., M.H. Penyambutan tersebut dinilai terlalu mewah dan tidak lazim dibandingkan kegiatan serupa sebelumnya.

Informasi yang beredar menyebutkan, sebelum tiba di Mentawai, penyambutan telah dilakukan pada Sabtu (1/11) di Hotel ZHM Premiere Padang, yang disebut sebagai salah satu hotel mewah di Kota Padang.

Setibanya di Bandara Rokot, rombongan Kejari kembali disambut oleh sejumlah pejabat daerah. Sorotan muncul karena acara penyambutan tersebut dihadiri oleh para kepala OPD, Bupati, Sekretaris Daerah, Kapolres, hingga Dandim.

Mencuat kecurigaan publik

Sejumlah warga menilai rangkaian penyambutan itu terlalu istimewa untuk kedatangan seorang pejabat penegak hukum. Di tengah masyarakat muncul pertanyaan: ada kepentingan apa di balik penyambutan sebesar itu?

Beberapa warga dan sumber dari institusi penegak hukum di Mentawai menyampaikan kekhawatiran bahwa penyambutan yang terlalu “wah” bisa saja menjadi bentuk pendekatan halus agar penanganan kasus-kasus tertentu di lingkup Pemda tidak berlanjut.

> “Masyarakat curiga, kenapa sampai sebegitu meriahnya? Apa ini bagian dari karpet merah agar Kejari baru ‘jinak’ terhadap kasus-kasus di daerah?” ujar salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebut namanya.

Bupati Mentawai bantah ada kepentingan

Bupati Kepulauan Mentawai, Dr. Rinto Wardana, S.H., menegaskan tidak ada motif tertentu di balik penyambutan tersebut. Dengan nada santai ia menjelaskan bahwa kegiatan itu sebatas bentuk penghormatan kepada pejabat baru.

“Penyambutan itu murni karena kita menghargai tamu yang datang. Saat penyambutan di Hotel di Padang, saya tidak hadir karena ada keluarga yang meninggal. Maka ketika Kejari tiba di Mentawai, saya hadir dan mengajak Forkopimda untuk menyambut di Bandara Rokot. Tidak ada tujuan lain,” jelasnya.

Publik berharap Kejari tetap independen

Hingga kini belum ada penjelasan lebih lanjut dari Pemda terkait alasan penyambutan yang melibatkan banyak pejabat tinggi daerah. Sementara itu, publik berharap Kejari baru tetap bertindak independen, profesional, dan tidak terpengaruh oleh bentuk penerimaan yang dianggap berlebihan.

Masyarakat juga menegaskan harapan agar Kejaksaan tetap menjalankan penegakan hukum secara adil, termasuk bila terdapat potensi penyimpangan di lingkungan pemerintahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *