Tapan, 25 Juni 2025 — Program Pemerintah Nagari Binjai Rahul Tapan tahun 2023 dan 2025 menuai sorotan. Sejumlah kegiatan diduga tidak tepat sasaran dan tidak sesuai dengan kebutuhan mendesak masyarakat.
Tahun 2023, dana sebesar Rp140 juta dialokasikan untuk pengadaan 1.700 ekor ayam dalam program ketahanan pangan. Menurut Sekretaris Nagari, Erizon, ayam dibeli seharga Rp80 ribu per ekor dengan berat 1,2–1,3 kg.
Namun, menurut Suardi Nike dari LSM KPK-RI, ayam yang diterima warga hanya berbobot sekitar 250 gram. Banyak ayam juga dilaporkan mati sesaat setelah diterima warga.
Walinagari Miktahudin menyebut ayam berasal dari kelompok tani. Tapi Suardi menyatakan ayam tersebut berasal dari Govin, pegawai honor di DPMD Pesisir Selatan. Hal ini menimbulkan dugaan konflik kepentingan.
Erizon mengaku pihak nagari tidak dapat mengawasi langsung pemeliharaan ayam setelah disalurkan. Namun, hingga kini tidak ada laporan pertanggungjawaban resmi atas program tersebut.
Pada tahun 2025, Pemnag kembali menganggarkan Rp200 juta untuk pembangunan lapangan voli dan tribun. Proyek ini dinilai tidak menjawab kebutuhan prioritas masyarakat.
Pembangunan dilakukan secara swakelola sejak Mei dan masih berlangsung. Meski didampingi petugas desa, proyek ini dinilai hanya seremonial.
Suardi Nike menyatakan akan menyurati Kacabjari Balai Selasa. Ia meminta penegak hukum memeriksa Walinagari Miktahudin dan Seknag Erizon.
Menurutnya, anggaran yang besar tidak sebanding dengan dampak pembangunan. “Perlu audit menyeluruh agar tidak ada ruang penyalahgunaan dana nagari,” tegasnya.






