PADANG — Sebanyak 120 pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Padang tampil memukau dalam pembukaan Pawai Telong-telong yang digelar di Jalan Bagindo Aziz Chan, Rabu (6/8/2025). Penampilan kolosal ini menjadi salah satu sajian pembuka dalam rangkaian perayaan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-356.
Mengusung judul “Satujuan”, tarian ini merupakan bentuk dukungan generasi muda terhadap visi dan misi Wali Kota Padang Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir.

Melalui gerak dan irama yang penuh semangat, para pelajar menyampaikan pesan kebersamaan dan semangat membangun Kota Padang yang unggul dan berbudaya.
Koreografer sekaligus Guru Seni di SMP Negeri 1 Padang, Evindo Marsiano, S.Pd., menjelaskan bahwa tarian ini terinspirasi dari program-program unggulan Pemko Padang.
“Di dalamnya kami padukan filosofi tungku tigo sajarangan, unsur adat, syariat, dan budaya Minangkabau. Ada elemen silat, makan bajamba, bundo kanduang, hingga iringan musik tradisional seperti indang dan rebana,” ujarnya.

Evindo juga menyatakan keyakinannya bahwa program unggulan Wali Kota, termasuk pengembangan smart city, adalah bentuk investasi pendidikan yang matang untuk masa depan.
“Anak-anak kita sedang dilibatkan dalam gerakan kebudayaan yang terintegrasi dengan teknologi dan nilai lokal. Ini pondasi kuat menuju generasi cerdas dan berkarakter,” tegasnya.
Meski hanya berlatih selama beberapa minggu, para siswa menunjukkan antusiasme luar biasa. Ide pembuatan tari Satujuan sendiri tercetus pada momen Hari Pendidikan Nasional 2025 lalu.
Yang tak kalah menarik, di tengah pertunjukan turut ditampilkan sosok Puteri Pelajar Indonesia 2025, Khesy Jenetha Andres, pelajar asal Kota Padang yang baru saja menorehkan prestasi di ajang nasional. Kehadirannya menambah kebanggaan dalam momentum budaya yang sarat makna tersebut.

Pawai Telong-telong sendiri menjadi bagian penting dari semarak HJK Padang. Selain menampilkan kesenian rakyat, acara ini juga menjadi wadah pelestarian budaya lokal dan ruang ekspresi kreatif bagi generasi muda Kota Padang. Pawai diikuti oleh 11 kecamatan dengan menampilkan kearifan lokal masing-masing.(**)






