Humas  

MBG ( Makan Bergizi Gratis) di SMA.1 Lengayang Berjalan Lancar, Siswa dan Majelis Guru Senang

 

Pesisir Selatan- Di SMA 1 Lengayang, hari ini Rabu,8/10/ 2025, suasana berbeda dari biasanya. Ratusan nampan metal yang mengilap, masing-masing terisi penuh dengan hidangan lezat dan bergizi, mulai diturunkan dari sebuah kendaraan di halaman sekolah.

Pukul 11 pagi, petugas sibuk menata hidangan ini nasi putih hangat, tumisan buncis dan wortel, potongan tahu goreng, ayam berbumbu, dan seiris semangka merah segar—sementara para siswa menyambutnya dengan sorak riang, menurut Kepsek Nofrika Yulianti.Spd ketiak dijumpai diruangannya,.Mengatakan Program MBG ini telah berlangsung selama dua bulan ini tanpa ada kendala.

Ini bukan lagi kejutan, melainkan sebuah rutinitas yang mereka nikmati berkat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah ucapnya riang

Kepala Sekolah, Nofrika yulianti.Spd,MM tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. “Ini berkah besar bagi kami, ” ujarnya. Sebanyak 854 siswa di sekolahnya kini dijamin mendapat makan siang bergizi setiap hari, sebuah kepastian yang akan berlangsung selama lima tahun ke depan.

Program ini telah mengubah kebiasaan lama; kini, tidak ada lagi siswa yang harus repot membawa bekal dari rumah.

Lebih dari sekadar mengisi perut, program ini juga mempererat tali persaudaraan. Saat jam istirahat tiba, kelas-kelas berubah menjadi ruang makan komunal. Guru dan siswa duduk bersama, berbagi cerita, dan menikmati hidangan yang sama.

“Kita semua makan di kelas, menciptakan suasana yang lebih akrab dan mendidik, ” tambah Nofrika yulianti, yang melihat nilai-nilai kebersamaan tumbuh di antara mereka.

Nofrika juga melihat jauh ke depan. Menurutnya, MBG yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo ini adalah langkah strategis untuk menyiapkan Generasi Emas 2045. Dengan gizi yang cukup, anak-anak Indonesia dipastikan bisa tumbuh lebih sehat dan cerdas, bekal penting untuk masa depan bangsa.

Anton siswa kelas 2 mewakili suara teman-temannya. Dalam wawancaranya dengan media ini, ia mengungkapkan rasa puasnya. “Kami sangat senang. Menunya selalu berganti dan rasanya enak sekali, ” katanya penuh kegembiraan. Pengakuan ini menjadi bukti nyata bahwa program ini diterima dengan baik dan memberikan dampak positif.

Kepala Dinas Provinsi Sumatera Barat, Habibul Fuadi, S.Pd, M.Si, menjelaskan bahwa MBG merupakan bagian tak terpisahkan dari visi pemerintah pusat menuju Generasi Emas 2045. Pelaksanaannya diawasi ketat oleh Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Satuan Pendidikan Pelaksana Gizi (SPPG). Di Kota Padang saja, 43 dapur khusus telah disiapkan untuk mendukung program ini, dengan setiap dapur mampu melayani ribuan porsi makanan setiap hari.

Program ini telah terlebih dahulu diujicobakan di beberapa SMA dan SMK di Tarusan, Batang Kapas dan indrapura kabupaten Pessel.

Ke depannya, program MBG akan diperluas tidak hanya di SMA 1 Lengayang kambang, tetapi juga ke sekolah-sekolah SMP, SMA, dan SMK lainnya yang berada dalam jangkauan dapur-dapur MBG yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan.

Ini adalah sebuah langkah besar menuju masa depan yang lebih cerah, di mana setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, dimulai dari sepiring makanan bergizi di atas nampan.

Nofrika Yulianti berharap dengan MBG yang rutin anak-anak akan fokus belajar karena tidak memikirkan soal makan siang lagi, sebagai Kepsek yang baru menjabat empat bulan disekolah ini, dia merasa senang dan berterimakasi pada pemerintah dan berharap program ini berjalan terus dan berkelanjutan. (@,kampai)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *