Padang, — Harga santan dan kelapa di Pasar Lubukbuaya, Kota Padang, terus meningkat dalam sepekan terakhir seiring menurunnya pasokan dari daerah pemasok.
Santan kini dijual Rp18.000 per kilogram, naik dari Rp16.000. Sementara harga kelapa utuh ikut melonjak dari Rp5.000 menjadi Rp8.000 per buah.
Penjual santan, Iwan (35), mengatakan pasokan berkurang akibat cuaca tidak menentu yang menghambat proses panen di sejumlah daerah pemasok, terutama Pariaman.
Cuaca sekarang sulit ditebak. Beberapa hari terakhir hujan terus, jadi petani tidak bisa panen dan pasokan menipis,” ujarnya kepada Padang Ekspres, Senin (1/12/2025).
Menurut Iwan, penurunan suplai sudah berlangsung beberapa pekan. Biasanya ia menerima 1.000 butir kelapa setiap empat hari, namun kini hanya memperoleh sekitar 120–150 butir per hari, bahkan terkadang kurang. Ia menyebut kualitas kelapa yang masuk juga tidak semuanya baik.
Situasi ini berdampak pada produksi santan. Iwan bersama pembuat santan lainnya terpaksa menyesuaikan kualitas guna memenuhi permintaan pelanggan meski bahan baku terbatas.
Kalau mempertahankan kualitas seperti biasa, kelapa tidak cukup. Kami tetap beri tahu pelanggan kalau kualitas berubah karena harga kelapa naik,” katanya. Ia menyebut sejauh ini pelanggan masih memahami kondisi tersebut.
Ia menambahkan, stok yang datang cepat habis sehingga sebagian penjual memilih menutup kios lebih awal sambil menunggu pasokan berikutnya.
Pedagang kelapa lain, Zahirmanto (33), juga mengaku pasokan dari Pariaman makin sulit. Jika stok benar-benar kosong, ia terpaksa membeli kelapa dari Mentawai.
Kalau tidak dapat dari Pariaman, saya ambil dari Mentawai. Itu sebabnya harga santan ikut naik,” ujarnya.
Zahirmanto menjelaskan ukuran kelapa turut mempengaruhi jumlah santan. “Biasanya dua kelapa besar cukup untuk satu kilogram santan. Sekarang karena kelapanya kecil, harus pakai tiga. Hasilnya tetap sedikit,” tuturnya.
Ia menambahkan, kenaikan modal membuat keuntungan pedagang semakin tipis. “Mudah-mudahan dengan perbaikan cuaca, pasokan kembali normal,” katanya. (**)







