Empat Pasangan Mesum Terjaring Razia di Hotel, Tisu Magic dan Alat Kontrasepsi jadi Bukti

PAYAKUMBUH, – Empat pasangan mesum terjaring razia di dua hotel di Kawasan Balai Panjang, Kecamatan Paya­ kumbuh Selatan dan Kawasan Simpang Benteng Kota Payakumbuh pada Minggu dinihari (20/7).

Sementara dua wanita lainnya dijaring tanpa pa­sangan. Diduga pasanganmya berhasil melarikan diri saat mengetahui Satuan Tugas (Satgas) Penegak Perda yang dipimpin Dewi “Centong” Novita mendatangi hotel tersebut.

Razia berbagai penyakit masyarakat (pekat) itu dilakukan untuk mewujudkan Kamtibmas serta menindaklanjuti laporan dari masyarakat terkait dugaan maraknya pasangan remaja menginap di hotel serta dugaan prostitusi online.

Semula, petugas yang melakukan razia kesulitan karena petugas hotel mencoba berkelit dengan berbagai alasan. Namun petugas hotel tidak bisa lagi mengelak saat diperlihatkan surat perintah tugas.

Dari razia yang dilakukan diberbagai kamar di hotel tiga lantai itu ditemukan pasangan muhrim da­lam satu kamar. Kepada petugas, mereka mengaku me­nginap dalam satu kamar dengan berbagai alasan.

“Dari Razia Pekat yang kita lakukan di berbagai hotel di Kota Payakumbuh, terjaring 4 orang remaja laki-laki serta 6 perempuan yang menginap tanpa ada­nya hubungan suami istri,” ucap Ketua Satgas Penegak Perda Kota Payakumbuh, Dewi Novita didampingi Kabid PPD Satpol PP, Ricky Zaindra serta Kasi Ops, Bobby Andhika, Minggu (20/7).

Lebih lanjut Dewi menjelaskan, meski berhasil menjaring 10 orang pria dan wanita, namun beberapa orang di antaranya berhasil melarikan diri saat mengetahui petugas datang.

“Ada beberapa orang yang berhasil melarikan diri saat kita melakukan razia di hotel lainnya, me­reka dengan cepat melarikan diri, sehingga ada beberapa wanita yang kita amankan dalam kamar sen­dirian,” tambahnya.

Selain 10 orang dari berbagai daerah di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota, dalam Razia yang juga didampingi Dinas Perhubungan, Trantib itu juga diamankan tisu magic serta alat kontrasepsi diberbagai tempat di dalam kamar.

“Di atas lemari dalam kamar yang kita razia kita temukan tisu magic serta alat kontrasepsi. Ada yang baru saja dipakai, ada juga yang masih utuh. Kepada petugas, mereka yang kita jaring mengaku tidak mem­bawa barang itu,” jelas Dewi.

Beberapa pengendara yang melintas di depan Hotel tempat Satgas Penegak Perda Kota Payakumbuh melakukan Razia, men­dukung antisipasi Pekat yang dilakukan di Payakumbuh. Mereka me­nyo­rakkan dukungan terhadap penegak Perda tersebut. “Menyala Buk Dewi Centong, gas terus,” soraknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *