Padang Panjang –Kabar gembira dan membanggakan datang dari dunia pendidikan madrasah. Kepala MAN 1 Kota Padang Panjang, Dr. Lainah, S.Ag., M.Pd., resmi meraih gelar doktor setelah menjalani sidang terbuka promosi doktor pada 13 Maret 2025 di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.
Laina menjadi doktor perempuan pertama yang lulus dari Program Studi S3 Pendidikan Agama Islam (PAI) di kampus tersebut — sebuah pencapaian bersejarah yang menjadi inspirasi bagi banyak tenaga pendidik, khususnya perempuan di lingkungan madrasah.
Dalam disertasinya yang berjudul Pengembangan Bahan Ajar Digital Berbasis Problem-Based Learning pada Pembelajaran Akidah Akhlak di MAN 1 Kota Padang Panjang”, Dr. Lainah menawarkan inovasi dalam pengajaran berbasis teknologi yang terintegrasi dengan pendekatan pemecahan masalah (Problem-Based Learning). Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa strategi ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi, tetapi juga menumbuhkan daya kritis dan karakter Islami secara bersamaan.
Dalam wawancara pasca-promosi, Dr. Lainah menyampaikan, “Saya ingin madrasah tidak hanya dikenal sebagai tempat mengaji, tapi juga sebagai pusat inovasi pendidikan Islami yang adaptif dan relevan dengan zaman.”
Selama kepemimpinannya di MAN 1 Kota Padang Panjang, madrasah ini mengalami banyak kemajuan signifikan. Mulai dari penerapan program Madrasah Digital, pembinaan siswa dalam literasi digital dan jurnalistik profesional, hingga menjadikan madrasah sebagai pusat pembinaan akhlak, prestasi, dan teknologi.
Kepedulian beliau yang tinggi terhadap dunia digitalisasi membuatnya selalu terbuka terhadap berbagai inovasi, termasuk dalam bidang jurnalistik modern dan konten kreator Islami. Ketika BPIC Serambi Mekah di bawah binaan Badan Kesejahteraan Rakyat.
Setdako Padang Panjang telah mengundang siswa-siswi MAN 1 untuk mengikuti pelatihan Kelas Konten Kreator dan Jurnalistik Profesional, ajakan tersebut disambut dengan tangan terbuka oleh beliau.
Ini bukan sekadar pelatihan, tapi langkah konkret membekali generasi madrasah dengan skill masa depan,” ujarnya.
Prestasi yang diraih Dr. Lainah menjadi bukti bahwa integrasi antara agama, ilmu, dan teknologi bukan sekadar wacana, tetapi telah diwujudkan secara nyata di lingkungan madrasah.
Selamat dan sukses untuk Dr. Lainah, S.Ag., M.Pd. Semoga ilmu dan kepemimpinan beliau terus menjadi cahaya bagi dunia pendidikan Islam di Sumatera Barat dan Indonesia secara umum.
Oleh : Yanzen / Penggiat literasi






