PESISIR SELATAN*– Sejumlah aset milik Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Pesisir Selatan kembali disorot publik setelah sejumlah bangunan dan fasilitas bantuan yang menelan anggaran miliaran rupiah kini terbengkalai dan tak berfungsi, sehingga warga menyebutnya sebagai “rumah hantu”.
Pantauan di lapangan menunjukkan beberapa lokasi terdampak. Di Kawasan Sutera, Surantih, Taratak, terdapat bangunan pabrik bernilai miliaran rupiah yang mangkrak dan tidak dioperasikan. Kondisi serupa terjadi di Nagari Koto Kandis, Kecamatan Lengayang, di mana mesin huller bantuan untuk kelompok tani kini terlantar bersama gedung pendukungnya. Di Kecamatan Lunang, bangunan dan mesin dengan nilai investasi besar juga tampak tidak digunakan.
“Fasilitas yang dibangun dengan uang negara seharusnya produktif dan bermanfaat bagi masyarakat. Kalau dibiarkan rusak dan tidak terawat, ini pemborosan anggaran,” ujar salah seorang warga Surantih yang enggan disebutkan namanya.
Kritik juga mengarah pada pengelolaan sarana persampahan di Tapan. Warga menilai pengelolaan sampah belum berjalan optimal, sehingga anggaran yang telah digelontorkan belum menunjukkan hasil nyata.
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Koperindag Kabupaten Pesisir Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait status dan rencana tindak lanjut atas aset-aset yang terbengkalai tersebut.
Pengamat kebijakan publik menilai, pemerintah daerah perlu segera melakukan audit aset dan evaluasi program bantuan sarana produksi. Langkah ini penting agar fasilitas yang telah dibangun dapat diaktifkan kembali atau dialihfungsikan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Yang berkepentingan harus mengungkit persoalan ini dan membangun kembali fungsi aset. Jangan sampai uang negara habis tanpa bukti manfaat bagi masyarakat,” kata pengamat tersebut.
Dinas Koperindag Pesisir Selatan diharapkan segera memberikan penjelasan mengenai penyebab keterlantaran aset, langkah perbaikan, serta strategi agar bantuan serupa di masa depan tepat sasaran dan berkelanjutan.(tim)
Langsung ke konten






