Pertalite itu Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) alias BBM subsidi. Aturannya ketat biar tepat sasaran.
Dasar hukumnya
1.UU No. 22 Tahun 2001 tentang Migas Pasal 55: Menyalahgunakan pengangkutan/niaga BBM subsidi dipidana penjara paling lama 6 tahun denda maks Rp60 miliar
2. Perpres No. 191 Tahun 2014: Pertalite untuk penggunaan akhir kendaraan, bukan buat dijual lagi
3.Aturan Pertamina : SPBU hanya boleh menyalurkan Premium & Solar subsidi untuk penggunaan akhir . Dilarang keras jual pakai jerigen untuk dijual kembali.
Kapan boleh pakai jerigen?
SPBU boleh*layani jerigen dengan 3 syarat ini sekaligus:
.
Bukan BBM subsidi: Untuk Pertalite, Pertamax, Turbo boleh, tapi wadah wajib dari logam, bukan jerigen plastik/galon air
Ada surat rekomendasi: Dari dinas terkait/kecamatan untuk kebutuhan jelas: petani, nelayan, UMKM, genset, dengan jatah terbatas
Bukan untuk dijual lagi: Harus pemakaian sendiri. Kalau ketahuan buat usaha eceran, tetap kena pasal pidana
Jadi Pertalite subsidi ke galon plastik buat dijual di kios = ilegal total.
Sanksi kalau nekat
1.SPBU: Kena pasal 53 & 55 UU Migas, izin bisa dicabut, pidana 6 tahun + denda Rp60 miliar
2. Pembeli galon: Kalau beli banyak buat ditimbun/jual lagi tanpa izin usaha niaga, kena pasal 53 UU Migas juga
3. Pertamina bisa putus pasokan* ke SPBU yang bandel cb7a
Kenapa dilarang
1. Nggak tepat sasaran: Subsidi buat motor/mobil pribadi, bukan buat kios ambil untung
2.Rawan oplosan & kebakaran: Galon plastik gampang bocor, bukan standar safety BBM
3. Bikin langka di SPBU: Yang butuh buat motor malah nggak kebagian
Kesimpulan: SPBU cuma boleh jual Pertalite langsung ke tangki kendaraan. Kalau ada SPBU jual ke galon buat pengecer, itu pelanggaran dan bisa kamu laporkan ke *135 call center Pertamina* atau *Polres setempat.Kamu lihat ada SPBU di Pessel yang jual ke pengecer galon? Kalau ada bukti foto/video, bisa jadi temuan buat ESDM & BPH Migas. (Redaksi)
Langsung ke konten






