MUKOMUKO – Kehadiran PT Sapta Sentosa Jaya Abadi, atau yang akrab disapa PT SAPTA Muko-Muko, kini menjadi tulang punggung perekonomian bagi masyarakat di perbatasan Provinsi Bengkulu dan Sumatera Barat. Melalui operasional Pabrik Mukomuko (PMM) di Lubuk Pinang dan perkebunan seluas 5.000 hektar di Silaut, Pesisir Selatan, perusahaan ini menjelma menjadi salah satu penyerap tenaga kerja lokal terbesar di wilayah tersebut.
Ekspansi bisnis yang dilakukan PT SAPTA sejak tahun 2008 terbukti tidak hanya memperkuat struktur perusahaan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja yang luas. Dengan luas konsesi HGU yang mencapai ribuan hektar, perusahaan membutuhkan ribuan personel, mulai dari staf manajerial, operator pabrik, hingga buruh harian lepas dan tenaga kerja kontrak dari desa-desa sekitar.
Keberadaan perusahaan ini menciptakan efek domino (multiplier effect) yang signifikan. Selain serapan tenaga kerja langsung, sektor informal seperti jasa transportasi, penyedia logistik, hingga pelaku UMKM di sekitar lokasi pabrik ikut tumbuh seiring dengan tingginya aktivitas operasional perusahaan.
Bukan sekadar kuantitas, kualitas manajemen tenaga kerja di PT SAPTA juga mendapat pengakuan secara akademis. Berdasarkan riset tahun 2022 dan 2024, perusahaan dinilai berhasil membangun lingkungan kerja yang sehat. Hasil studi menunjukkan bahwa tingkat “employee engagement” (keterikatan karyawan) dan kerja sama tim yang solid menjadi faktor penentu kuatnya kinerja operasional perusahaan.
“Kompetensi dan etos kerja karyawan berpengaruh positif signifikan terhadap prestasi kerja di PT SAPTA,” tulis Adi salah satu laporan riset akademis tahun 2022. Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan melakukan investasi serius dalam hal pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia lokal.
Selain serapan tenaga kerja, PT SAPTA juga menaruh perhatian besar pada perilaku keselamatan kerja. Di lokasi Pabrik Mukomuko (PMM) Lubuk Pinang, standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) diterapkan secara ketat. Hal ini memberikan rasa aman bagi para pekerja lokal dalam menjalankan tugas di lingkungan pabrik yang memiliki risiko kerja tinggi.
Posisi strategis PT SAPTA yang beroperasi di dua wilayah, yakni Mukomuko (Bengkulu) dan Silaut (Sumbar), menjadikannya sebagai jembatan ekonomi penting di wilayah pesisir barat Sumatera. Dengan sertifikasi “ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil)” yang telah dikantongi, PT SAPTA menjamin bahwa lapangan kerja yang tersedia bersifat berkelanjutan dan sesuai dengan regulasi negara.
Meski jarang tampil dalam sorotan penghargaan nasional, kontribusi nyata PT SAPTA dalam menekan angka pengangguran di tingkat akar rumput menjadikannya aset vital bagi pembangunan daerah di Kabupaten Mukomuko dan Pesisir Selatan. (Adi.k)
Langsung ke konten






