Padang — Para calon atlet tenis yang bergabung pada Iwan Tenis School (ITS) merasakan kegalauan akhir-akhir ini menyusul belum adanya persetujuan sewa Lapangan Tenis Disperindag Sumbar.
ITS yang telah beberapa tahun lalu berbascamp di Lapangan Tenis Disperindag Sumbar tidak hanya sebagai penyewa saja, tapi juga melaksanakan perawatan terhadap lapangan tersebut, sehingga nyaman bermain tenis.
“Kalau kami lihat Om Iwan (pelatih tenis ITS) kurang semangat akhir-akhir ini. Ternyata Om Iwan memikirkan sewa lapangan yang belum ada kepastiannya, sehingga kami galau juga berlatih akhir-akhir ini,” ujar salah seorang siswa ITS, memberi alasan kepada wartawan media ini, Minggu (4/1/2026).
Dari pantauan wartawan media ini, Disperindag Sumbar, seperti diketahui adalah pemilik Lapangan Tenis yang beralamat di JIn.Setia Budi No 15, Kota Padang, selama ini pengelolaan lapangan tenis tersebut disewakan kepada ITS dengan nilai sewa Rp25 juta pertahun.
Namun pada tahun 2025 lalu Disperindag mengajukan penilaian aset kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) langsung saja menetap nilai sewanya Rp115 juta pertahun. Tentu hal ini membuat pihak penyewa, Iwan Tenis School pikir-pikir dulu mau melanjutkan sewa lapangan tenis tersebut.
Salah seorang pemerhati tenis di daerah ini, Syahrial Syarif menjelaskan bahwa penetapan sewa oleh BPKAD Sumbar kepada Disperindag dinilai kurang menguntungkan pembinaan tenis di daerah ini.
“Kami selaku pemerhati tenis prihatin kondisi ITS saat ini, karena bagaimana pun ITS salah satu sekolah tenis yang eksis melakukan pembinaan. Jika nilai sewa itu tak wajar, tentu aktivitas latihan tenis bagi anak-anak usia dini dan pra remaja tidak semarak lagi,”jelasnya
Syahrial Syarif yang juga Ketua Tuah Sakato Tenis Club menambahkan, sebaiknya fasilitas Lapangan Tenis Disperindag dimanfaatkan secara maksimal untuk kebugaran ASN aktiv dan pensiunan dengan baik serta didukung Pemprov Sumbar untuk menggairahkan kompetisi tenis di daerah.
” Nah Kalau ada jadual yang luang dapat disewakan kepada peminat olah raga tenis terutama pendidikan petenis junior. Sekarang sudah betul, ada ITS yang melakukan pembinaan tenis prajunior dan junior dilapangan tersebut, namun sayang penilaian sewa yang diusulkan BPKAD tidak wajar dan pantas,” ungkapnya.
Selama beberapa tahun lalu, jika sewa Lapangan Tenis Disperindag senilai Rp25 juta setahun yang disewa ITS, maka kenaikan tarif sewa lapangan tersebut menjadi luar biasa empat kali lipat lebih pada tahun 2026 ini. (007)







