PADANG,- Langit menangis, meratap tak kunjung henti. Berhari hari, air mata langit menetes membasahi bumi.
Tangisan kesedihan, menjadi bencana. Banjir dan longsor datang melanda. Hanya lara yang tersisa, diantara keping keping duka
Ditengah derita dialami warga, sosok pemimpin teruji disini.
Apakah mereka perduli atau sekedar bicara mengingatkan saja.
Bukan terjun, berbaur bersama derita warga. Tidak bagi T.MASFETRIN, S.Pt,M.Si Camat Pauh Kota Padang dan personil Polsek Pauh
Ia ikut berbaur, merasakan derita warga.
Membantu langsung kelapangan. Meski, harus berendam hujan dan membantu warga.
Bukan karena dipandang heroik, tapi kewajiban seorang camat Pauh dan Polsek Pauh meringankan derita warga.
Banjir tak kunjung henti, menghantam kelurahan Lambung bukit Kampung Batu Busuak Kota Padang.
Rumah terbenam air, warga terkepung dan dievakuasi Oleh tem gabungan Kota Padang hadir dilokasi, menyaksikan langsung apa yang terjadi. Bahkan, melakukan evakuasi
Perduli Korban Banjir Disaat yang lain, hanya bisa bicara, tanpa ikut merasakan derita warga, Camat Pauh T.MASFETRIN, S.Pt,M.Si tak bisa melelapkan mata. Baginya derita warga derita ia juga, kesedihan warga kesedihan ia juga. Bersama aparat dan Basarnas.
Hujan deras tak menghalangi, tingginya banjir, tak menghadang. Tak kenal lelah dan letih, walau bermandikan hujan dan menempuh sulitnya medan.(**)






