PADANG, – Warga di kawasan Sungkai, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, menyampaikan keluhan serius terkait kerusakan jalan menuju Bukit Sungkai.
Jalan beton yang menjadi akses utama masyarakat itu kini hancur di banyak titik dan sulit dilalui kendaraan.
Pantauan di lapangan menunjukkan, permukaan beton yang dulunya rata kini telah bercampur tanah kuning dan berlubang di berbagai bagian.
Kondisi tersebut menyulitkan warga beraktivitas dan mengganggu mobilitas ekonomi serta pendidikan.
Jalan ini sangat vital. Ini bukan hanya jalan warga, tapi juga akses menuju kawasan wisata seperti Ekowisata Sungkai Green Park, tempat belajar seperti Youth English Camp atau Kampung Inggris, hingga peternakan ayam.
Kerusakan ini jelas menghambat potensi ekonomi dan pendidikan di sini,” ujar Agustiawan (30), dari Youth English Camp, Selasa (29/10/2025).
Menurut warga, kondisi ini telah berlangsung lama dan belum mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Padang. Mereka menilai perbaikan hanya dijanjikan saat masa kampanye, namun tidak ada tindak lanjut setelahnya.
Kami sudah sering diberi janji, apalagi saat kampanye Caleg. Setelah itu tidak ada realisasi,” keluh Hasan Basri (66), atau akrab disapa Isam Sinso, salah seorang warga senior di Sungkai.
Kerusakan jalan juga berdampak langsung pada kegiatan ekonomi warga. Iman Isdahlia (38), pemilik warung di tepi jalan, mengaku penjualannya menurun drastis akibat akses sulit dilalui saat hujan.
“Kalau hujan, jalan ini langsung berlumpur tebal karena tanah kuningnya. Motor dan mobil susah lewat, dagangan saya juga jadi sepi karena orang malas naik ke atas,” ujarnya.
Warga berharap Pemerintah Kota Padang segera menindaklanjuti keluhan ini dengan tindakan nyata.
“Jalan ini adalah investasi bagi masa depan kawasan wisata dan pendidikan di Sungkai. Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah,” tegas Agustiawan.
Dengan potensi kawasan yang terus tumbuh, masyarakat berharap perbaikan jalan segera direalisasikan agar akses menuju Bukit Sungkai kembali lancar dan roda ekonomi warga berputar normal.(**)







